Wednesday, December 27, 2017

SEBELUMNYA ISLAMOPHOBIA, SEKARANG ISLAM MAYORITAS, KENAPA?



 
Pembahasan tentang akhir zaman mulai marak akhir-akhir ini.Sekedar pendapatku tentang keadaan zaman yang sudah mendekati akhir ini.Sesuai dengan hadist Rosulullah SAW bahwa “Kiamat tidak akan terjadi hingga seorang pria dari keluargaku yang namanya sama dengan namaku. Nama ayahnya sama dengan nama ayahku menguasai tanah Arab.”

As we ‒Muslims‒ know, salah satu tanda itu adalah bangkitnya khilafah islam yang dipimpin oleh cucu Rosulullah yang karakter fisiknya juga sudah dijelaskan dalam salah satu hadis beliau, “Imam Mahdi adalah keturunanku. Dahinya lebar (atau rambut kepala bagian depannya tersingkap) dan hidungnya mancung.”Dia adalah Al-Mahdi, yang dalam bahasa Arab berarti ‘Yang Diberi Petunjuk’.

Kedatangan Al-Mahdi tidaklah begitu saja muncul di muka bumi. Sebagimana bila seseorang sakit, selalu ada tanda-tanda kecil  yang mendahuluinya. Sekecil apapun itu.Dalam kasus akhir zaman ini, dalam beberapa hadist disebutkan, salah satunya, “Tidak akan tiba hari kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.”

Sebuah artikel kompas menyebutkan pada tahun 2013 salju telah turun di Makkah dan bahkan kejadian itu telah direkam langsung dan diposting di Youtube.Imam Masjidil Haram Syaikh Al-Sudais mengatakan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tanaman. Turunnya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran dari hadist Rasulullah SAW.

Intinya, kehidupan di bumi ini tidak akan lama lagi. Kiamat sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Pikirkan apa yang sudah kita persiapan untuk kehidupan yang akan datang.

Lalu, apa hubungan akhir zaman dengan fenomena banyaknya manusia yang masuk islam?

That’s it. Dilansir dari kompas, tanggal 29 April 2015 mayoritas penduduk dunia sekarang adalah islam. Hal itu dikarenakan banyaknya bayi yang lahir di keluarga Muslim yang mencapai 31% dari total kelahiran dunia.

Faktor lain penyebab bertambahnya islam di dunia adalah pola pikir manusia yang berubah akan islam. Sebagai contoh, kejadian  11 September 2001 yang kita tahu dulunya adalah ulah teroris berkedok islam yang melakukan bom bunuh diri dengan mengendarai pesawat menuju gedung WTC di Amerika Serikat kala itu, kini setelah beberapa tahun terlewat terungkaplah fakta sebenarnya di balik kejadian itu.

Beberapa tokoh Amerika Serikat termasuk Hillary Clinton dan Presiden Bush yang menjabat saat itu, tidak dipungkiri mempunyai sangkut paut dengan kejadian itu.

Di sebuah video amatir yang juga sudah diposting di Youtube, disebutkan bahwa Amerikalah yang membiayai pelatihan Al-Qaeda, memanfaatkan aliran-aliran islam di timur tengah untuk sekali lagi berusaha mengalahkan Rusia. Serta seorang lagi dari PBB yang mengemukakan fakta bahwa sebenarnya Amerikalah yang menciptakan dua aliran islam yang selama ini kita ketahui sebagai Sunni dan Syiah.

Intinya, tak semua media yang kita baca maupun dengar 100% benar.The power of media, aku menyebutnya, bukan lagi The power of Camera atau The power of Make up karena memang topik kita kali ini bukan tentang selfie.

Akibat kejadian itu, pandangan penduduk dunia pelan-pelan berubah dan mungkin bukan hanya karena kejadian 911 saja. Fakta-fakta lain di luar sana masih banyak yang belum kita ketahui yang bisa jadi juga merubah pandangan manusia terhadap agama yang disampaikan oleh Rosul kita SAW tercinta ini.

Termasuk baru-baru ini, dilantiknya Presiden terbaru Amerika Serikat menggantikan Barac Obama yang menggemparkan dunia telah membanned imigran dari 7 negara mayoritas islam di Timur Tengah.

Pun begitu, semakin banyaknya fitnah yang ditujukan pada islam, semakin banyak kejadian-kejadian terorisme yang sering disangkut-pautkan dengan islam, semakin banyak pula yang tertarik untuk mengenali kebenaran agama ini.

“Apakah benar yang dikatakan media selama ini bahwa islam itu teroris? Bahwa islam itu ISIS? Dan bahwa islam itu merendahkan kaum wanita?”

Hingga pada akhirnya, semakin banyak pula yang berpindah agama dari non-muslim menjadi seorang yang beragama islam.

Pertanyaannya, why? Kenapa hal ini terjadi?

Alloh menciptakan sebuah kejadian bukan tanpa sebab.”Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Alloh dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Alloh menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya.Sesuangguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai hati. QS Ali Imran (3)(13).”

Ada dua sisi yang bisa kita pandang dari kejadian ini.

Pertama, untuk kita para muslim.

Janji hadist yang mengatakan bahwa pada akhirnya dunia ini akan dikuasai muslim sudah mulai menampakkan tanda-tandanya. Al-Mahdi akan muncul dan memimpin khilafah. Tentu munculnya Al-Mahdi bukan tanpa alasan. Di saat keadaan dunia ini sudah semakin kacau, di saat penduduk dunia yang mayoritas muslim namun identitas muslim itu tak muncul dalam perilaku mereka, dan saat diangkatnya rasa takut dari hati orang-orang kafir melawan islam, saat itulah Al-Mahdi muncul. Masa berakhirnya fase kediktatoran dan kembalinya masa khilafah.

Yang menjadi perhatian di sini adalah apa yang akan terjadi setelahnya?

Di zaman serba teknologi ini semua bisa diakses dan pengetahuan bisa didapat dimana-mana.Dari aku masih kecil, aku sudah sangat takut mendengar kata “Al-Mahdi”.Awalnya aku tak percaya karena di saat itu ―di saat umurku yang padahal sudah menginjak dewasa―, aku belum bertemu satu hadist pun yang membahas Al-Mahdi. Seiring berjalannya waktu, aku mulai percaya akan terjadinya hal itu. Berita yang diceritakan salah satu temanku itu tentunya membuatku takut. Pasalnya berdasarkan ceritanya, Al-Mahdi muncul bukan  sebagai pemimpin dunia nanti, melainkan sebagai salah satu tanda-tanda kiamat ―walaupun sejatinya benar― dan siapa sangka tanda-tanda itu saat ini sudah muncul.

Sebagai manusia normal ―mengesampingkan status muslim―, setiap individu pasti takut akan istilah yang sering digunakan sebagai sebutan kehancuran dunia. Kiamat, siapa yang tidak ngeri mendengarnya? Sekilas, apabila kita memang beriman dengan kedatangan hari itu, pasti akan muncul detak takut dan beberapa mungkin akan terdiam sejenak hingga dadanya kembali tenang.

Inilah yang harus kita cam-kan dalam benak kita. Berkembangnya muslim di dunia ini bukan tanpa alasan. Sebagaimana kedatangan Al-Mahdi bukan tanpa maksud. Sebagai muslim yang benar-benar beriman, alangkah baiknya kita takut akan kedatangan hari itu. Namun, bukan berarti ketakutan itu melunturkan semangat hidup kita.Justru gunakan rasa takut itu untuk lebih giat beramal kabaikan lagi.

Sudah tidak ada gunanya memikirkan keburukan orang lain lagi. Sudah tidak ada gunanya menyalahkan orang lain. Pulang dan perbanyaklah meminta maaf pada orang tua, perbanyak silaturrahim, perbanyak sedekah dan yang terpenting, pertahankan iman itu karena IMAN adalah harga mati.

Poin yang kedua, islam mayoritas bagi non-muslim.

Mayoritas manusia beragama islam bukan berarti semuanya islam. Tetap akan ada beberapa kelompok orang yang beragama non-muslim. Mereka inilah yang menjadi cobaan bagi muslim. Akan datang  dimana Alloh SWT akan mengangkat rasa takut dari hati orang kafir untuk melawan islam. Saat ini sudah banyak kita lihat, lagu-lagu pop yang menggunakan ayat Al-Quran bukan untuk berdakwah melainkan digunakan sebagai bahan ejekan.

Dijelaskan dalam QS Lukman ayat 6-7 yang berbunyi “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Alloh tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang meng-hinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.

Akan datang pula masa dimana fitnah akhir zaman sudah Alloh turunkan, cobaan seorang muslim semakin berat, hingga muncullah pertanyaan ‘Dimanakah pertolongan Alloh?’ dikaranakan saking besarnya cobaan waktu itu, di situlah cobaan mukmin sesungguhnya.

Lalu, bagi non-muslim, fenomena berkembangnya muslim di dunia ini tentulah menghasilkan pertanyaan ‘Why islam? Kenapa harus muslim? Bukankah islam itu teroris?’. Agama ini (islam) yang dalam beberapa waktu lalu menjadi minoritas apalagi di kalangan bangsa Eropa, kini perlahan-lahan mulai membanjiri bangsa barat. Jumlah manusia di dunia ini tidaklah sedikit yang bisa saja dihitung jari, dan setiap individu dikaruniai akal pikiran sehingga bisa membedakan mana yang baik mana buruk.

Apabila islam memang agama yang anarkis, mengapa banyak manusia yang berbondong-bondong masuk islam? Apakah mereka semua ingin menjadi teroris?Apakah mereka semua ingin dikeluarkan dari keluarga mereka?Apakah mereka ingin mati bunuh diri di saat banyak hal-hal indah di dunia ini yang mungkin belum mereka ketahui apalagi nikmati?

Tentu tidak.―Logikanya―, sesuatu yang meresahkan hati pasti sebisa mungkin dihindari dan sebaliknya, sesuatu yang cenderung menenangkan ―dan aman―, pasti cenderung diminati.Itulah mengapa banyak orang yang menjadi muallaf dalam beberapa tahun belakangan ini. Mereka tahu sejatinya islam itu seperti apa. Mereka mencari tahu ajaran seperti apa yang diajarkan islam dan akhirnya mereka menemukan ketenangan di dalamnya. Islam adalah yang benar, islam adalah agama yang membawa perdamaian dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh. Islam bukanlah apa yang tertulis oleh media massa. Islam adalah kebenaran.

Bagi non-muslim, sudah saatnya mereka menyadari, sudah saatnya mereka menggunakan akal pikiran mereka dan tidak lagi mengikuti agama orang tua saja.Sadarilah bahwa hidup di bumi ini takkan lama lagi. Alloh menjadikan islam mayoritas ini bukan tanpa alasan. Kebenaran islam semakin lama semakin terbukti. Alloh masih memberi kita kesempatan untuk mencari tahu dan mengikuti kebenaran (islam)itu sebelum matahari terbit dari arah barat dan ampunan tidak lagi diterima.

Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang beruntung dan meninggal dalam keadaan husnul khotimah.Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.

No comments:

Post a Comment

Waspada Modus Penipuan Jual Beli Ayam: Mencatut Nama PT Japfa Comfeed Indonesia

Belakangan ini, jagat media sosial—khususnya Facebook—sedang marak dengan modus penipuan yang menyasar para peternak atau pembeli ayam. Miri...