Pembahasan
tentang akhir zaman mulai marak akhir-akhir ini.Sekedar pendapatku tentang
keadaan zaman yang sudah mendekati akhir ini.Sesuai dengan hadist Rosulullah
SAW bahwa “Kiamat tidak akan terjadi hingga seorang pria dari keluargaku yang
namanya sama dengan namaku. Nama ayahnya sama dengan nama ayahku menguasai tanah
Arab.”
As
we ‒Muslims‒ know, salah satu tanda itu adalah bangkitnya khilafah islam yang
dipimpin oleh cucu Rosulullah yang karakter fisiknya juga sudah dijelaskan
dalam salah satu hadis beliau, “Imam Mahdi adalah keturunanku. Dahinya lebar
(atau rambut kepala bagian depannya tersingkap) dan hidungnya mancung.”Dia
adalah Al-Mahdi, yang dalam bahasa Arab berarti ‘Yang Diberi Petunjuk’.
Kedatangan
Al-Mahdi tidaklah begitu saja muncul di muka bumi. Sebagimana bila seseorang
sakit, selalu ada tanda-tanda kecil yang
mendahuluinya. Sekecil apapun itu.Dalam kasus akhir zaman ini, dalam beberapa
hadist disebutkan, salah satunya, “Tidak akan tiba hari kiamat hingga tanah
Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.”
Sebuah
artikel kompas menyebutkan pada tahun 2013 salju telah turun di Makkah dan
bahkan kejadian itu telah direkam langsung dan diposting di Youtube.Imam Masjidil
Haram Syaikh Al-Sudais mengatakan, salju merupakan komponen utama dalam
pembentukan sungai dan tanaman. Turunnya salju di Jazirah Arab membuktikan
kebenaran dari hadist Rasulullah SAW.
Intinya,
kehidupan di bumi ini tidak akan lama lagi. Kiamat sudah tidak perlu
dipertanyakan lagi. Pikirkan apa yang sudah kita persiapan untuk kehidupan yang
akan datang.
Lalu,
apa hubungan akhir zaman dengan fenomena banyaknya manusia yang masuk islam?
That’s
it. Dilansir dari kompas, tanggal 29 April 2015 mayoritas penduduk dunia
sekarang adalah islam. Hal itu dikarenakan banyaknya bayi yang lahir di
keluarga Muslim yang mencapai 31% dari total kelahiran dunia.
Faktor
lain penyebab bertambahnya islam di dunia adalah pola pikir manusia yang
berubah akan islam. Sebagai contoh, kejadian
11 September 2001 yang kita tahu dulunya adalah ulah teroris berkedok
islam yang melakukan bom bunuh diri dengan mengendarai pesawat menuju gedung
WTC di Amerika Serikat kala itu, kini setelah beberapa tahun terlewat terungkaplah
fakta sebenarnya di balik kejadian itu.
Beberapa
tokoh Amerika Serikat termasuk Hillary Clinton dan Presiden Bush yang menjabat
saat itu, tidak dipungkiri mempunyai sangkut paut dengan kejadian itu.
Di
sebuah video amatir yang juga sudah diposting di Youtube, disebutkan bahwa
Amerikalah yang membiayai pelatihan Al-Qaeda, memanfaatkan aliran-aliran islam
di timur tengah untuk sekali lagi berusaha mengalahkan Rusia. Serta seorang
lagi dari PBB yang mengemukakan fakta bahwa sebenarnya Amerikalah yang menciptakan
dua aliran islam yang selama ini kita ketahui sebagai Sunni dan Syiah.
Intinya,
tak semua media yang kita baca maupun dengar 100% benar.The power of media,
aku menyebutnya, bukan lagi The power of Camera atau The power of
Make up karena memang topik kita kali ini bukan tentang selfie.
Akibat
kejadian itu, pandangan penduduk dunia pelan-pelan berubah dan mungkin bukan
hanya karena kejadian 911 saja. Fakta-fakta lain di luar sana masih banyak yang
belum kita ketahui yang bisa jadi juga merubah pandangan manusia terhadap agama
yang disampaikan oleh Rosul kita SAW tercinta ini.
Termasuk
baru-baru ini, dilantiknya Presiden terbaru Amerika Serikat menggantikan Barac
Obama yang menggemparkan dunia telah membanned imigran dari 7 negara
mayoritas islam di Timur Tengah.
Pun
begitu, semakin banyaknya fitnah yang ditujukan pada islam, semakin banyak
kejadian-kejadian terorisme yang sering disangkut-pautkan dengan islam, semakin
banyak pula yang tertarik untuk mengenali kebenaran agama ini.
“Apakah
benar yang dikatakan media selama ini bahwa islam itu teroris? Bahwa islam itu
ISIS? Dan bahwa islam itu merendahkan kaum wanita?”
Hingga
pada akhirnya, semakin banyak pula yang berpindah agama dari non-muslim menjadi
seorang yang beragama islam.
Pertanyaannya,
why? Kenapa hal ini terjadi?
Alloh
menciptakan sebuah kejadian bukan tanpa sebab.”Sesungguhnya telah ada tanda
bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan
berperang di jalan Alloh dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata
kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Alloh
menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya.Sesuangguhnya pada
yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai hati. QS
Ali Imran (3)(13).”
Ada
dua sisi yang bisa kita pandang dari kejadian ini.
Pertama,
untuk kita para muslim.
Janji
hadist yang mengatakan bahwa pada akhirnya dunia ini akan dikuasai muslim sudah
mulai menampakkan tanda-tandanya. Al-Mahdi akan muncul dan memimpin khilafah.
Tentu munculnya Al-Mahdi bukan tanpa alasan. Di saat keadaan dunia ini sudah
semakin kacau, di saat penduduk dunia yang mayoritas muslim namun identitas
muslim itu tak muncul dalam perilaku mereka, dan saat diangkatnya rasa takut
dari hati orang-orang kafir melawan islam, saat itulah Al-Mahdi muncul. Masa
berakhirnya fase kediktatoran dan kembalinya masa khilafah.
Yang
menjadi perhatian di sini adalah apa yang akan terjadi setelahnya?
Di
zaman serba teknologi ini semua bisa diakses dan pengetahuan bisa didapat dimana-mana.Dari
aku masih kecil, aku sudah sangat takut mendengar kata “Al-Mahdi”.Awalnya aku
tak percaya karena di saat itu ―di saat umurku yang padahal sudah menginjak
dewasa―, aku belum bertemu satu hadist pun yang membahas Al-Mahdi. Seiring
berjalannya waktu, aku mulai percaya akan terjadinya hal itu. Berita yang
diceritakan salah satu temanku itu tentunya membuatku takut. Pasalnya
berdasarkan ceritanya, Al-Mahdi muncul bukan sebagai pemimpin dunia nanti, melainkan
sebagai salah satu tanda-tanda kiamat ―walaupun sejatinya benar― dan siapa
sangka tanda-tanda itu saat ini sudah muncul.
Sebagai
manusia normal ―mengesampingkan status muslim―, setiap individu pasti takut
akan istilah yang sering digunakan sebagai sebutan kehancuran dunia. Kiamat,
siapa yang tidak ngeri mendengarnya? Sekilas, apabila kita memang beriman
dengan kedatangan hari itu, pasti akan muncul detak takut dan beberapa mungkin
akan terdiam sejenak hingga dadanya kembali tenang.
Inilah
yang harus kita cam-kan dalam benak kita. Berkembangnya muslim di dunia ini
bukan tanpa alasan. Sebagaimana kedatangan Al-Mahdi bukan tanpa maksud. Sebagai
muslim yang benar-benar beriman, alangkah baiknya kita takut akan kedatangan
hari itu. Namun, bukan berarti ketakutan itu melunturkan semangat hidup kita.Justru
gunakan rasa takut itu untuk lebih giat beramal kabaikan lagi.
Sudah
tidak ada gunanya memikirkan keburukan orang lain lagi. Sudah tidak ada gunanya
menyalahkan orang lain. Pulang dan perbanyaklah meminta maaf pada orang tua,
perbanyak silaturrahim, perbanyak sedekah dan yang terpenting, pertahankan iman
itu karena IMAN adalah harga mati.
Poin
yang kedua, islam mayoritas bagi non-muslim.
Mayoritas
manusia beragama islam bukan berarti semuanya islam. Tetap akan ada beberapa
kelompok orang yang beragama non-muslim. Mereka inilah yang menjadi cobaan bagi
muslim. Akan datang dimana Alloh SWT
akan mengangkat rasa takut dari hati orang kafir untuk melawan islam. Saat ini
sudah banyak kita lihat, lagu-lagu pop yang menggunakan ayat Al-Quran bukan
untuk berdakwah melainkan digunakan sebagai bahan ejekan.
Dijelaskan
dalam QS Lukman ayat 6-7 yang berbunyi “Dan di antara manusia (ada) orang
yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia)
dari jalan Alloh tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.
Mereka itu akan memperoleh azab yang meng-hinakan. Dan apabila dibacakan
kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah
dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri
kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
Akan
datang pula masa dimana fitnah akhir zaman sudah Alloh turunkan, cobaan seorang
muslim semakin berat, hingga muncullah pertanyaan ‘Dimanakah pertolongan
Alloh?’ dikaranakan saking besarnya cobaan waktu itu, di situlah cobaan
mukmin sesungguhnya.
Lalu,
bagi non-muslim, fenomena berkembangnya muslim di dunia ini tentulah
menghasilkan pertanyaan ‘Why islam? Kenapa harus muslim? Bukankah islam itu
teroris?’. Agama ini (islam) yang dalam beberapa waktu lalu menjadi
minoritas apalagi di kalangan bangsa Eropa, kini perlahan-lahan mulai membanjiri
bangsa barat. Jumlah manusia di dunia ini tidaklah sedikit yang bisa saja
dihitung jari, dan setiap individu dikaruniai akal pikiran sehingga bisa
membedakan mana yang baik mana buruk.
Apabila islam
memang agama yang anarkis, mengapa banyak manusia yang berbondong-bondong masuk
islam? Apakah mereka semua ingin menjadi teroris?Apakah mereka semua ingin
dikeluarkan dari keluarga mereka?Apakah mereka ingin mati bunuh diri di saat
banyak hal-hal indah di dunia ini yang mungkin belum mereka ketahui apalagi
nikmati?
Tentu
tidak.―Logikanya―, sesuatu yang meresahkan hati pasti sebisa mungkin dihindari
dan sebaliknya, sesuatu yang cenderung menenangkan ―dan aman―, pasti cenderung
diminati.Itulah mengapa banyak orang yang menjadi muallaf dalam beberapa tahun
belakangan ini. Mereka tahu sejatinya islam itu seperti apa. Mereka mencari
tahu ajaran seperti apa yang diajarkan islam dan akhirnya mereka menemukan
ketenangan di dalamnya. Islam adalah yang benar, islam adalah agama yang
membawa perdamaian dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh. Islam bukanlah
apa yang tertulis oleh media massa. Islam adalah kebenaran.
Bagi
non-muslim, sudah saatnya mereka menyadari, sudah saatnya mereka menggunakan
akal pikiran mereka dan tidak lagi mengikuti agama orang tua saja.Sadarilah
bahwa hidup di bumi ini takkan lama lagi. Alloh menjadikan islam mayoritas ini
bukan tanpa alasan. Kebenaran islam semakin lama semakin terbukti. Alloh masih
memberi kita kesempatan untuk mencari tahu dan mengikuti kebenaran (islam)itu
sebelum matahari terbit dari arah barat dan ampunan tidak lagi diterima.
Semoga
kita menjadi golongan orang-orang yang beruntung dan meninggal dalam keadaan
husnul khotimah.Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.
No comments:
Post a Comment