Wednesday, December 27, 2017

Review : AISHITERU KAIYO



Hai Minna~! 😆
Kali ini Zee bakal bawain sedikit artikel berbeda. Aku mulai tertarik me-review film movie Japan, termasuk Anime. Dan ini artikel review pertama Zee. Yoroshiku Onegaishimasu. 😊
Bagi para penggemar Japan Movie, terutama yang ber-genre slice of life, youth, family, dan nggak suka yang berbau action, supranatural, dan semacamnya, mungkin bisa mampir buat menikmati film ini.
Sebuah film berjudulAishiteru – Kaiyo, diproduksi oleh NTV dengan related title Aishiteru – Kizuna. Rilis tanggal 15 April 2009 di Jepang dengan total 10 episode.

Di awal episode film yang bertemakan keluarga ini memang terkesan biasa saja. Semakin jauh, kita diajak untuk ikut berfikir serta memahami perasaan pemain  utama.
Seorang anak berumur sepuluh tahun bernama Noguchi Tomoya membunuh seorang anak yang masih berumur tujuh tahun. Rasa sayangnya terhadap ibunya membuatnya melindungi sesuatu yang berharga baginya.
Kita diajak bermain memahami perasaan dua sisi. Sebagai keluarga pembunuh dan juga keluarga korban.
Apa yang membuat anak kecil seusianya bisa membunuh anak lain?
Pasti ada motif yang tersembunyi di balik kepolosan anak-anak kecil. Sepanjang perjalanan menguak misteri apa yang dipikirkan Noguchi Tomoya itu, berbagai pelajaran hidup diajarkan di sini, terutama sebagai seorang ibu. Hal kecil yang kita rasa biasa dalam kehidupan keluarga ternyata dapat memberikan perlajaran berharga apabila benar-benar mau memikirkannya.
Film ini benar-benar mengaduk perasaan. Apabila air mata kalian belum mengalir di awal-awal episode, jangan klik tanda “close” di layar Movie Player kalian, jangan pencet tombol On/Off di remote TV kalian ‒kalau kalian nontonnya di TV‒, karena kalian belum ketemu titik permasalahannya.
Jujur ya, habis nonton, gue>> mata nangis, sembab, langsung tidur, dan seharian mata panda ini belum juga sembuh sampai nggak berani keluar rumah ‒untungnya lagi liburan‒.:v
Film ini cocok banget buat para introvert yang melankolis.
Pesan-pesan yang disampaikan begitu banyak terutama yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Memang budaya setiap bangsa tidaklah sama, apalagi bagi kalian yang Japan lovers pasti tahu budaya orang jepang itu seperti apa. Mereka tipe orang yang long thinking.
Belum tentu juga pesan-pesan atau solusi dalam film ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai bangsa yang berbeda dari bangsa yang konon pernah dikenal sebagai Negara nomor dua di dunia itu.
Namun, apapun itu, selama hal itu positif, kenapa tidak?
Jaa, berikut beberapa pesan yang bisa kurangkum. Selebihnya bisa kalian tonton sendiri dengan menikmati filmnya langsung bersama orang-orang tersayang. 

  •  Always think positively!
  • Segala yang dilahirkan mempunyai hak untuk hidup
  • Don’t run away from your problem
  • Don’t give up, keep knocking on the door until it’s open
  • Jaga baik-baik apa yang tertinggal di tanganmu

Doushite?
Dan pastinya film ini mengajarkan kita how to be a real family. Pada dua episode terakhir dipaparkan bagaimana kedua belah pihak menemukan solusi atas masalah yang mereka hadapi.
Intinya, film ini recommended banget untuk para calon istri, terutama calon ibu. Lima belas menit saja bisa membuat kita kehilangan anggota keluarga tersayang kita dan ucapan kasar kita bisa membuat anak kita menjad seseorang yang lain.

No comments:

Post a Comment

Waspada Modus Penipuan Jual Beli Ayam: Mencatut Nama PT Japfa Comfeed Indonesia

Belakangan ini, jagat media sosial—khususnya Facebook—sedang marak dengan modus penipuan yang menyasar para peternak atau pembeli ayam. Miri...