Tak lama lagi. Dalam hitungan jam, aku akan kembali lagi ke kebiasaan lamaku. Pun begitu, tak dapat dipungkiri bahwa hati ini masih setia menghitung detik-detik kehadiranmu. Apa memang aku harus menyerah? Ini semua terasa sia-sia. Mungkin memang akunya yang terlalu berharap. Berharap pada sesuatu yang bahkan belum dimulai.
Nee, As**r. Aku ingin sekali mengatakan "hello" dan bukannya "sayonara". Walaupun aku bisa mengucapkan "hello" sekalipun, aku tak akan pernah mengucapkan "sayonara", karena memang aku tak ingin mengucapkannya. Tapi, melihat diriku yang tak membawakan hasil sama sekali ini setelah sekian lama menjadi fans gelapmu, rasanya tak ada kata yang pantas selain "sayonara". Menyerah, heh? Mungkin memang "iya."
Selain karena aku yang capek selepas pulang dari pantai, juga karena batinku juga lelah. Lelah menantimu.
Selain karena aku yang capek selepas pulang dari pantai, juga karena batinku juga lelah. Lelah menantimu.
Ada beberapa lagu yang mengingatkanku terhadapmu. Lagu pertama, "Ya Nabi Salam" ciptaan Opik. Lagu ini membawaku bernostalgia ke masa lalu, kala kita sama-sama menjadi peserta di suatu ajang perlombaan agama, dan kala mataku terpaku padamu. Kesannya aku jadi bersemangat untuk terus "menyimpanmu".
Lagu kedua, Kun Anta karya Humood Al-kudeir. Aku akhirnya bisa menemukanmu aktif di salah satu jejaring sosial "instagram". Aku mulai membuat akunku dan pasti sudah bisa ditebak apa yang kulakukan. Beberapa temanku banyak yang membicarakan Kun Anta sebagai buku fenomenal untuk dibaca kalangan muslim. Entah mengapa aku jadi menghubungkannya denganmu. Nee, dari situ aku menjadi lebih bersemangat. Mungkin karena lagunya yang terkesan menyenangkan.
Dan ketiga, entah mengapa lagu ini bisa mengingatkanku akan dirimu. Lagu yang terkesan menyedihkan ini bertepatan dengan diriku yang mulai menyerah akan dirimu. Semakin hari semakin bimbang untuk mempertahankan perasaan. Bukan blue tapi "Orange" karya 7.
Untuk lirik memang tak ada hubungannya. Tapi, nadanya memang cocok untuk suasana hatiku.
Untuk lirik memang tak ada hubungannya. Tapi, nadanya memang cocok untuk suasana hatiku.
Semoga Orange nggak berubah ke Blue. Semoga harapan ini terbalaskan.
Sekali lagi, dengarkan bisikan hatiku ini, nee As***.
Sekali lagi, dengarkan bisikan hatiku ini, nee As***.
No comments:
Post a Comment