Tuesday, April 16, 2019

Kesalahan-kesalahan dalam Membakar Ikan


Tips Membakar Ikan yang Baik dan Benar “Bukan arang kayu, tapi arang bathok.”

Menindaklanjuti workshop Bkar Ikan oleh RumpiNews beberapa waktu lalu, ada beberapa hal remeh yang perlu diperhatikan dalam membakar ikan. Tak hanya Ikan, tips ini insyaAllah dapat diigunakan dalam bakar-membakar makanan lainnya seperti ayam atau sate.

Pertama, pilihlah bahan-bahan itu dengan seksama. Semisal kalian ingin membakar ikan dengan alami (tak menggunakan kompor gas), maka bahan bakar yang bisa digunakan adalah kayu, kertas bekas, kardus, dan arang. Namun, untuk lebih awetnya kusarankan menggunakan arang.
Nah, arang ini juga ada karakteristiknya sendiri.

Kedua, harus punya pengalaman atau jangan mau dibodoh-bodohi. Kali ini berdasarkan pengalamanku banget. Masih berhubungan dengan arang, aku dan rekanku ditugaskan suatu hari dalam acara piknik bakar ikan kita untuk pergi mencari arang. Berhubung kekurangan pengalaman maupun pengetahuan, di situlah sebuah peribahasa kita terapkan, ‘Malu bertanya, sesat di jalan.’

Akhirnya, kita bertanya tuh pada penjualnya, “Buk, arang mana yang lebih cepat terbakar?” Lalu, si ibuknya menjawab, “Kalau arang kayu sama arang bathok, ya arang kayu yang cepet kebakar.” Entah karena kondisi pasar yang kala itu ramai dan sesak hingga aku tak bisa berpikir, atau memang memoriku yang tiba-tiba hilang begitu saja sampai-sampai aku tak bisa memahami “bathok” itu apa.
Eh, temenku langsung aja jawab, “Ya itu aja deh Buk kita beli.”

Tahu lah kalian akhirnya gimana kita sampai tempat piknik kita. Sang ibu Mentor angkat bicara, “Ya nggak lah Dek, dimana-mana arang bathok lebih cepat kebakar. Kalau pakai arang kayu, lebaran baru bisa nyala, mau?” Barulah detik itu kuingat ‘bathok’ adalah kulit kelapa. Tepuk jidat deh gue.

Nah, itulah pentingnya ‘Malu bertanya, sesat di jalan.’ Tapi, lebih penting lagi meneliti informasi terlebih dahulu sebelum bertanya. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun melarang kita untuk terlalu banyak bertanya.

Ketiga, persiapkan seluruh bahannya dan buat konsep bakarnya. Konsep di sini maksudnya, kalian ingin membuat acara bakar-bakarnya berujung seperti apa? Akankah dimakan di acara formal sehingga membutuhkan menu mewah lain dengan proses pembakaran yang ‘sempurna’, atau sekedar untuk bersantai seperti piknik bersama kawan-kawan.

Keempat, pahami resep dalam membakar. Hal ini juga berkaitan dengan tips ketiga. Resep yang akan dibuat harus sesuai dengan konsep bakar-bakarnya. Misal, apabila sekedar untuk piknik, maka cukuplah ikan itu direndam dalam bumbu ikan lalu diolesi dengan mentega dan kecap saat membakarnya. Apabila membakar ikan hanya untuk lauk ketika makan, maka tak perlu mentega/kecapnya. Namun, apabila mau ditambahkan juga tidak apa-apa. Kalian juga harus tahu, resep dan selera orang berbeda. Gunakan saja resep pada umumnya yang bertebaran atau dirundingkan dulu mau dibikin apa bakar-bakarnya.

Hal ini akan sangat mudah apabila dalam satu grup ada satu anggota yang ahli memasak, jadi kalian tak perlu repot mau dibikin seperti apa bakar-bakarnya.

Kelima, setelah semua proses telah dijalankan, silahkan dinikmati dan jangan lupa bahagia. Bagian ujung inilah bagian yang paling penting. Apapun hasilnya, kalian harus bisa menangkap manfaatnya. Entah itu pengetahuan baru, pengalaman baru, atau sekedar kebersamaan pun juga penting dan harus dihargai.

Bisa jadi, dalam acara bakar-bakar itu, hasil bakarannya tidak sesuai harapan atau menu lainnya sama sekali tidak mendukung, harus selalu kita hargai. Selalu ingat ajaran islam, ‘Segala sesuatu selalu ada hikmahnya.’

Sekian tips membakar ikan (ayam atau sate) berdasarkan pengalaman Zee. Selalu positve thinking karena hidup itu untuk dipelajari dan dijalani.

No comments:

Post a Comment

Waspada Modus Penipuan Jual Beli Ayam: Mencatut Nama PT Japfa Comfeed Indonesia

Belakangan ini, jagat media sosial—khususnya Facebook—sedang marak dengan modus penipuan yang menyasar para peternak atau pembeli ayam. Miri...