Tips Membakar Ikan
yang Baik dan Benar “Bukan arang kayu, tapi arang bathok.”
Pertama, pilihlah bahan-bahan itu dengan seksama.
Semisal kalian ingin membakar ikan dengan alami (tak menggunakan kompor gas),
maka bahan bakar yang bisa digunakan adalah kayu, kertas bekas, kardus, dan
arang. Namun, untuk lebih awetnya kusarankan menggunakan arang.
Nah, arang ini juga ada
karakteristiknya sendiri.
Kedua, harus punya pengalaman atau jangan mau
dibodoh-bodohi. Kali ini berdasarkan pengalamanku banget. Masih berhubungan
dengan arang, aku dan rekanku ditugaskan suatu hari dalam acara piknik bakar
ikan kita untuk pergi mencari arang. Berhubung kekurangan pengalaman maupun
pengetahuan, di situlah sebuah peribahasa kita terapkan, ‘Malu bertanya, sesat
di jalan.’
Akhirnya, kita bertanya tuh pada penjualnya, “Buk, arang
mana yang lebih cepat terbakar?” Lalu, si ibuknya menjawab, “Kalau arang kayu
sama arang bathok, ya arang kayu yang cepet kebakar.” Entah karena kondisi
pasar yang kala itu ramai dan sesak hingga aku tak bisa berpikir, atau memang
memoriku yang tiba-tiba hilang begitu saja sampai-sampai aku tak bisa memahami
“bathok” itu apa.
Eh, temenku langsung aja jawab, “Ya itu aja deh Buk kita
beli.”
Tahu lah kalian akhirnya gimana kita sampai tempat piknik
kita. Sang ibu Mentor angkat bicara, “Ya nggak lah Dek, dimana-mana arang
bathok lebih cepat kebakar. Kalau pakai arang kayu, lebaran baru bisa nyala,
mau?” Barulah detik itu kuingat ‘bathok’ adalah kulit kelapa. Tepuk jidat deh
gue.
Nah, itulah pentingnya ‘Malu bertanya, sesat di jalan.’
Tapi, lebih penting lagi meneliti informasi terlebih dahulu sebelum bertanya.
Bahkan Nabi Muhammad SAW pun melarang kita untuk terlalu banyak bertanya.
Ketiga, persiapkan seluruh bahannya dan buat konsep
bakarnya. Konsep di sini maksudnya, kalian ingin membuat acara bakar-bakarnya
berujung seperti apa? Akankah dimakan di acara formal sehingga membutuhkan menu
mewah lain dengan proses pembakaran yang ‘sempurna’, atau sekedar untuk
bersantai seperti piknik bersama kawan-kawan.
Keempat, pahami resep dalam membakar. Hal ini juga
berkaitan dengan tips ketiga. Resep yang akan dibuat harus sesuai dengan konsep
bakar-bakarnya. Misal, apabila sekedar untuk piknik, maka cukuplah ikan itu
direndam dalam bumbu ikan lalu diolesi dengan mentega dan kecap saat membakarnya.
Apabila membakar ikan hanya untuk lauk ketika makan, maka tak perlu
mentega/kecapnya. Namun, apabila mau ditambahkan juga tidak apa-apa. Kalian
juga harus tahu, resep dan selera orang berbeda. Gunakan saja resep pada
umumnya yang bertebaran atau dirundingkan dulu mau dibikin apa bakar-bakarnya.
Hal ini akan sangat mudah apabila dalam satu grup ada satu
anggota yang ahli memasak, jadi kalian tak perlu repot mau dibikin seperti apa
bakar-bakarnya.
Kelima, setelah
semua proses telah dijalankan, silahkan dinikmati dan jangan lupa bahagia.
Bagian ujung inilah bagian yang paling penting. Apapun hasilnya, kalian harus
bisa menangkap manfaatnya. Entah itu pengetahuan baru, pengalaman baru, atau
sekedar kebersamaan pun juga penting dan harus dihargai.
Bisa jadi, dalam acara bakar-bakar itu, hasil bakarannya
tidak sesuai harapan atau menu lainnya sama sekali tidak mendukung, harus
selalu kita hargai. Selalu ingat ajaran islam, ‘Segala sesuatu selalu ada
hikmahnya.’
Sekian tips membakar ikan (ayam atau sate) berdasarkan
pengalaman Zee. Selalu positve thinking karena hidup itu untuk
dipelajari dan dijalani.
No comments:
Post a Comment