Lalu pertanyaannya, apa hubungan hal ini dengan pengusiran Rohingya, Penganiayaan Uighur, dan berbagai macam penganiayaan terhadap muslim di dunia?
Beberapa waktu lalu, melalui media massa, para pendukung capres no.01 menyatakan terdapat islam radikal dalam kubu pasangan capres 02.
Sementara itu, salah satu partai koalisi 01 yang menentang syariah islam dan akan menjadikan negara indonesia negara sekuler menuai kontra dari masyarakat terutama masyarakat islam yang cenderung condong pada paslon no. 02.
Menilik pada masa lalu, sebab musabab terjadinya aksi 212 di Jakarta salah satunya ialah dikarenakan pasangan calon kepala daerah Ahok diduga telah menistakan agama islam dengan menggunakan salah satu ayat dalam Al-Qur'an yaitu Al-Maidah : 51. Serta dugaan bahwa pihak Ahok yang satu partai dengan Jokowi ini tengah menerima sekian kontainer yang berisi uang untuk dibagikan menjelang pilgub DKI 2017 ini sontak mendapat protes dari masyarakat muslim yang berbondong-bondong datang ke Monas menuntut Ahok ditindaklanjuti.
Diduga pilgub DKI Jakarta 2017 ini 'berbau' pilpres yang akan diselenggarakan tahun 2019 ini. Masyarakat cenderung mengaitkan Jokowi yang pro-China sehingga kekayaan Indonesia lari ke luar negeri yang dipertegas lagi dalam debat ke-4 Pilpres 2019 oleh calon presiden Prabowo Subianto.
Kaitannya dengan umat islam, tentu hal ini akan menuai kontra. Mengesampingkan kewarganegaraan Ahok, telah terbukti di beberapa media massa bahwa Jokowi selama masa kepemimpinannya telah membuat beberapa kebijakan yang condong ke China, seperti yang dilansir pada Tempo.co. Sementara itu, beberapa waktu lalu netizen dihebohkan dengan penganiayaan muslim Uighur China. Tak menutup kemungkinan hal ini menimbulkan kekawatiran pada masyarakat muslim Indonesia apabila pemenrintahan Jokowi yang sudah pro China menjadikan beberapa kursi parlemen diduduki orang-orang yang berkepentingan dengan China sehingga akan terjadi tragedi Uighur di Indonesia.
Uighur sendiri adalah etnis minoritas di China yang secara kultural merasa lebih dekat terhadap bangsa Turk di Asia Tengah, ketimbang mayoritas bangsa Han. Dilansir oleh BBC penyebab ketegangan Uighur dengan pemerintahan China adalah faktor kultural. Namun, tak menutup kemungkinan juga hal ini dipicu oleh faktor ekonomi mengingat lokasi etnis ini berada di Xinjiang yang mengandung sumber daya alam yang tak terhingga.
Lalu bagaimana dengan Rohingya?
Militer Myammar melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap etnis Rohingya yang menyebabkan mereka berupaya menyelamatkan diri ke negara tetangga yaitu Bangladesh, Malaysia, termasuk Indonesia. Bahkan, Aun San Suu Kyi membiarkan aksi ingin menumpas habis muslim Rohingya tersebut. Pemerintah AS membenarkan kejadian itu. Hingga saat ini, pengungsi Rohingya dianggap etnis tanpa kewarganegaraan. Hal ini tentu memicu kelompok-kelompok HAM membela Hak Kemanusiaan etnis ini hingga ke PBB, namun pemerintah Myanmar mengecam PBB untuk tidak ikut campur dalam krisis di negaranya.
Baru-baru ini diduga ada motif tertentu di balik kekerasan yang telah terjadi sejak tahun 2012 ini. China yang sedang dalam proyek ekonominya untuk meningkatkan pembangunan di provinsi Yunnan (yang dikuasai daratan China), dan memberikan akses langsung ke Samudra Hindia. Ini akan memperlancar arus impor minyak China untuk melewati Selat Malaka.
Maka, salah satu sabda Rasulullah yang insyaAllah bisa kita lihat dari kejadian ini adalah, RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Hampir tiba suatu masa dimana berbagai kaum mengepung kalian, bagaikan orang-orang yang lapar mengerumuni hidangan mereka.” Maka seorang sahabat Nabi bertanya: “Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?” Nabi menjawab: “Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak, tetapi kamu (laksana) buih dari air yang mengalir; dan Allah Subhanahu Wata’ala akan mencabut rasa takut terhadap kalian dari hati musuh-musuh kalian; dan Allah Subhanahu Wata’ala akan menancapkan ke dalam hati kalian penyakit al-wahnu.” Seorang sahabat bertanya: “Apakah al wahnu itu Ya RasulAllah ?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud) dikutip dari Hidayatullah.com.
Maka, marilah kita berpikir. Bangsa Indonesia saat ini, terutama bagi muslim, mungkin sedang tidak mengalami penganiayaan, pembunuhan, pemerkosaan, bahkan pembasmian seluruh etnis layaknya di Uighur maupun Rohingya. Namun, bila melihat hadist Nabi SAW tadi, hal ini tak jauh beda dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara Muslim lainnya di luar sana. Intinya, penindasan terhadap muslim tengah terjadi. Tidak dalam bentuk kekerasan (di Indonesia) namun dalam bentuk pengubahan pola pikir dan perang politik melawan kelompok yang akan menguntungkan kaum asing dan 'menganiaya' batin rakyat pribumi sendiri. Mungkin, seteru politik inilah tipe cobaan untuk muslim Indonesia. Wallahu A'lam.
Bisa jadi suku Jawa layaknya Rohingya (yang dianggap etnis ilegal yang masuk ke Myanmar) dan bukannya suku asli Indonesia. Na'udzubillahi min dzaalik.
Ingatlah! Bahwa muslim di dunia sekarang ini semakin bertambah jumlahnya. Semakin banyak penindasan terhadap kaum muslim semakin banyak pula yang memutuskan untuk memeluk agama islam ini. Tak sedikit dalam forum Dr. Zakir Naik, di tengah-tengah konflik yang terjadi di Suriah, non-muslim mengucapkan syahadat mereka dalam forum itu baik secara langsung maupun tak langsung.
Maka, ini akan menjadi pengingat untuk kita, janganlah takut mati! Perbaiki iman dan berjuanglah di jalan yang Haq! Tayangan TV atau film yang menutup mata kita dari melihat kejadian-kejadian pelanggaran HAM terutama terhadap kaum muslimin, harus segera dikurangi. Apabila tayangan itu tak bisa dibendung, maka tamengilah diri sendiri! Ikutlah berjuang di jalan yang diridhoi Allah. Sesungguhnya seseorang yang mati syahid lebih memilih mati dalam keadaan syahid daripada dihidupkan kembali di dunia ini maupun mendapatkan segala sesuatu di dunia ini oleh Rumah Ilmu Al-Hilya.
Mulailah dengan memilih pemimpin yang insyaAllah diridhoi Allah Ta'ala!
Jazakumullah khoiron katsiro.
No comments:
Post a Comment