Memenuhi Unsur Tanah, Air, dan Udara dalam Tubuh terdengar
seperti pembukaan salah satu kartun anime yang sering berhubungan dengan
elemen-elemen alam.
Tapi, siapa sangka kalau ini bukan hanya gurauan anime?
Siapa sangka bahwa pembahasan ini sudah ada sejak 1400 tahun yang lalu?
Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Tiada tempat yang paling
buruk selain perut yang diisi oleh manusia. Cukuplah bagi manusia beberapa
suapan sekedar untuk menegakkan tulang iganya. Jika dia harus mengisi perutnya,
maka hendaknya sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan
sepertiga untuk pernapasan (udara)nya.” (HR. Ath-Thabrani dan Ibnu Abi Dunya)
Maka, tidak heran bila seorang tabib mengatakan, obat paling
manjur untuk segala jenis penyakit adalah ‘makan saat lapar dan berhenti
sebelum kenyang’ dan kalau diteliti lebih lanjut, ungkapan tersebut juga pernah
diucapkan Rasulullah SAW.
Faktor penyebab penyakit menurut Ibnu Qoyyim adalah
memasukkan makanan (kedua) ke dalam tubuh sebelum makanan pertama dicerna
melebihi kapasitas yang dibutuhkan tubuh, memakan makanan yang kurang
bermanfaat, pencernaan yang lemah, dan banyak makan menu yang berbeda-beda.
Yang mana pengertian tersebut sesuai dengan pendapat tabib di atas.
Apabila perut dipenuhi makanan, maka akan mempersempit ruang
untuk minuman. Kemudia apabila perut dipaksa untuk diisi minuman, maka akan
mempersempit pernafasan sehingga tidak heran kita sering menemukan kasus dimana
orang-orang sangat sulit mengeluarkan udara (glegeken) dari perutnya sehabis
makan. Ketika hal ini terjadi, seseorang menjadi merasa berat untuk melakukan
sesuatu, malas berbuat kebaikan, dan cenderung mengikuti syahwat dan hawa
nafsu. Hal ini diperjelas dengan hadist Nabi SAW yang memerintahkan umat muslim
untuk berpuasa demi menghindari hawa nafsu.
Membiarkan volume makanan yang berlebihan sangat dilarang
dalam islam. Tak hanya dalam makanan, dalam hal yang baik pun adakalanya kita
juga tidak boleh berlebihan, misalnya memberi uang kepada fakir miskin itu
baik, namun bukan berarti kita akan memberikan semua uang kita pada mereka,
kita juga harus memikirkan tubuh kita sendiri. Tak hanya itu, kita juga
dilarang untuk menyiksa diri sendiri dengan mengurangi volume makanan kita yang
mana hal ini sering kita temui pada wanita-wanita yang merasa terganggu dengan
volume badannya (aka diet). Ada diet yang lebih sehat seperti yang diajarkan
Rasulullah SAW bisa dibaca di sini.
Dari penjelasan di atas, pola makan yang diajarkan
Rasulullah SAW adalah pola makan yang paling baik untuk kita. Ketika ketida unsur
yang dibutuhkan dalam tubuh tersebut (tanah, air, dan udara) berada pada volume
yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan teratur dalam memakannya, maka
hal ini dapat menghindarkan seseorang terjangkit beberapa penyakit seperti
kematian (cepat atau lambat) dan kerusakan hati.
Semoga kita sehat selalu.

