Friday, December 28, 2018

Dunia Sedang Perang


Pernahkah dalam benak kalian berpikir bahwa hidup ini mirip sekali dengan salah satu serial anime, film, atau drama yang pernah kalian tonton?

Bila pertanyaan ini untukku, maka akan kujawab “iya”.

Apa yang sebenarnya terjadi di luar sana? Di daerah di luar dari negeri ini?Apa mereka tengah bahagia? Apa mereka makan dengan cukup hari ini?

Tak perlu jauh-jauh. Apa yang sebenarnya tengah terjadi dalam satu kota pun kadang luput dari pengetahuan kita.

Yang barusaja terjadi, sebuah tanah yang tiba-tiba ambles terjadi di Surabaya, tepatnya di Gubeng. 
Saat itu, sekitar pukul 21.00 tiba-tiba tanah ambles.

Meskipun tak terdapat korban jiwa tapi bisa ditebak berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk perbaikan jalan raya tersebut.

Tahukah kalian maksud semua ini?

Kiamat  sudah dekat kah?

Itu memang benar, tapi kurasa kita terlalu terburu-buru bila menyimpulkan seperti itu. Punbegitu, aku tetap akan membahasnya, tidak sekarang.

Pukul 21.00.

Kalian tahu apa yang kulakukan di jam-jam itu?

Ya, aku sudah berbalut selimut bersiap  menari di alam mimpi.
Beberapa orang mungkin  memilih untuk bersantai bergurau bersama keluarga. Yaah, intinya waktu itu adalah jamnya untuk orang bersantai.

Mari kita anggap kalau itu sudah waktunya orang pada umumnya untuk tidur.
Yang di saat  bersamaan Allah menjalankan rencananya.

Tidak ada peringatan, tanah longsor itu terjadi begitu saja. Adakah alat  untuk mendeteksi tanah  longsor?  Mendeteksi gempa sih ada, namun tanah longsor? Hebat sekali siapa saja dia yang bisa menciptakan inovasi tersebut.

Ok, back to the topic.

Kun Fayakun!

Ketika Allah berkehendak, hanya dengan “Kun”, maka terjadilah.

Tahukah kalian maksud semua ini?

Kita, yang pulang dari kerja berharap akan senyuman orang rumah yang menyambut kita, ―pijatan yang merilekskan kita, makanan yang siap untuk dilahap, serta cerita sang anak yang kerap sekali mendapat masalah di sekolah―, kita sebenarnya tak tahu apa-apa. Tak pernah menyangka kalau azab Allah bisa terjadi di mana saja, kapan saja.

Kita itu pintar, tapi sangat bodoh.

Ini seperti cerita dalam serial Gundam Seed Destiny, yang mana pemain utamanya sangatlah ambisius dan keras kepala ingin segera mengakhiri perang tanpa ia tahu kalau dia sedang dipermainkan. 

Dia adalah pilot mobile suit yang handal tapi juga sangat bodoh.

Akankah kita juga seperti itu?

Handal dalam pekerjaannya tanpa tahu apa-apa di balik itu?

Mungkin saja sebenarnya bos kita adalah seorang mafia yang mendapat tugas untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia dan demi tercapainya tujuannya tanpa menimbulkan kecurigaan, maka dibukalah lapangan pekerjaan demi menjalankan misi utamanya?

Atau mungkin, salah satu kerabat kita adalah anggota pasukan elit Amerika yang sengaja ditunjuk untuk menyelidiki tentang sejarah dan geografis Indonesia demi mendapatkan kekayaan  Sumber Daya Alam Indonesia untuk pada akhirnya diperjualbelikan kesana?

Kuharap bukan keduanya.

Kuharap kalian baik-baiksaja, senantiasa di jalan yang diridhoi Allah Ta’ala. Amiiiin.

Back to the Story!

Kalian tahu apa yang tengah terjadi di Suriah? Di Ughyur? Di Myanmar?

Aaah~! Tak perlu jauh-jauh, mari menengok ke tempat yang setiap hari kita kunjungi.
Kalian tahu apa yang tengah terjadi di ponsel kalian? Di dunia maya kalian?
Apa yang sedang viral, apa yang sedang dipertontonkan? Kalian pasti tahu.
Anak jaman kapan sih gitu aja kok nggak tahu?

Oke *mulai melenceng*.

Pertanyaannya, begitu melihat dan mendengar postingan-postingan tersebut, apa yang terlintas di benak kalian?

Benarkah itu sebuah “hiburan”? Benarkah masalah poligami adalah isu yang harus segera ditangani Indonesia?

Sadarkah kalian kalau kalian tengah dimanfaatkan layaknya pilot mobile suit tadi?

Oke, kalaupun kalian tak sedang dimanfaatkan, sadarkah kalian kalau kalian "terpecik" jebakan yang mereka  buat? *aku tak bisa  membayangkan  terkena percikan jebakan itu bagaimana, tapi        kurasa itu kalimat yang cocok untuk saat ini*. 

Ada sesuatu yang tengah bergerak di belakang isu-isu tersebut.

Sadarilah, Saudara-saudaraku!

Dunia  ini  dibuat bukan   tanpa maksud. Tanah longsor itu terjadi bukan tanpa sebab. Allah ingin menjadikan kita yang pintar menjadi “pintar”.

Sadarilah bahwa yang terjadi di dunia sekarang ini adalah sebuah permainan. Dalam Surat Al-Baqarah ada juga kok disebutkan permainan, tapi aku lupa ayat berapa. Hehe :D

Politik.

Yang menjadikan  pemain utama anime Gundam itu masuk ke dunia militer dan menjadi pilot handal juga karena pengaruh  politik. Yang menjadikan dia budak orang berambut hitam panjang kelihatan begitu bijaksana, juga karana politik.

Politik itu di atas militer. Tanpa perintah para penguasa, maka militer hanya sebagai pajangan yang harus siap siaga mempertahankan daerahnya apabila ada yang berniat menghancurkan kedamaian tanah air mereka.

Namun, itu  akan  menjadi   berbeda bila militer digunakan untuk “menyerang”. Mereka tak akan bergerak kalau tak mendapat perintah.

Jadi, jangan merasa pintar meskipun kalian mengikuti trend yang sedang terjadi. Jangan merasa  pintar hanya karena kalian tidak ketinggalan apa yang tengah menjadi viral sekarang.

Kalian boleh merasa pintar apabila bisa menebak  apa  dibalik serangan-serangan militer yang terjadi di negara saudara-saudara kita di luar sana.

Ingatlah   para tentara-tentara itu tak akan bergerak bila tidak ada dalang yang menjalankan talinya.
Pintarlah untuk mengetahui kemana masa depan kalian akan dituntun. Mengikuti politikkah?Atau menjadi bagiannya dan mencari kebenaran?

Apapun itu, jangan hanya pintar, tapi jugalah “pintar”.


Yang lebih menakutkan daripada berperang dengan hanya bersenjatakan bambu runcing adalah berperang terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui, tidak terlihat.

No comments:

Post a Comment

Waspada Modus Penipuan Jual Beli Ayam: Mencatut Nama PT Japfa Comfeed Indonesia

Belakangan ini, jagat media sosial—khususnya Facebook—sedang marak dengan modus penipuan yang menyasar para peternak atau pembeli ayam. Miri...